Showing posts with label Dakwah. Show all posts
Showing posts with label Dakwah. Show all posts

Saturday, June 20, 2015

Kewajiban Muslim terhadap Agamanya (Islam)

Kewajiban Muslim terhadap Agamanya (Islam)
Kewajiban seorang Muslim terhadap Agamanya (Islam) bukan sekadar mengamalkan, tapi juga menyebarkan dna menjaga serta membela nama baiknya.

MENGACU kepada QS. Al-'Ashr, ulama menyebutkan ada 5 kewajiban kaum Muslim terhadap agamanya (Islam), yaitu mengimani Islam, mendalami ilmunya, mengamalkannya, mendakwahkannya, dan membelanya.

  1. Iman  -- yakin sepenuh hati bahwa Islam yang terbaik dan paling benar.
  2. Ilmu -- mempelajari dan memahami ajaran Islam secara keseluruhan.
  3. Amal -- mengamalkan ajaran Islam seoptimal mungkin (mastatho'tum)
  4. Dakwah -- menyebarkan kebenaran agama Islam kepada orang lain.
  5. Jihad -- menjaga kehormatan dan membela nama baik Islam dan kaum Muslim.
Dakwah dan jihad (membela Islam) tidak mesti selalu dengan terjun langsung, seperti para da'i dan mujahid di medan juang, tapi juga dengan membantu persiapan dan dukungan moral & material/dana kepada lembaga-lembaga dakwah dan jihad fi sabilillah.

“Barangsiapa yang membantu orang yang berjuang, maka sesungguhnya dia telah berjuang. Dan barangsiapa yang menanggung keluarganya dengan kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berperang” (HR Bukhari & Muslim).

Berjuang mendakwahkan dan membela Islam bisa dilakukan dengan ragam cara, dengan harta, jiwa, juga lisan.

"Perangilah orang-orang musyrik dengan harta kalian, jiwa kalian dan lisan kalian" (HR Abu Daud dan Al-Hakim dari Anas). Wallahu a'lam bish-shawabi. (http://inilahrisalahislam.blogspot.com).*

Sumber: KH Endang Saifuddin Anshary, Kuliah Al-Islam.

Wednesday, May 28, 2014

Masalah Da'i atau Penceramah yang Cari Popularitas

ceramah dakwah islam
Bagaimana hukumnya jika ada da'i atau penceramah agama, hanya mau ceramah jika dibayar tinggi atau punya niat lain? Benarkah banyak penceramah (da’i) yang hanya mencari popularitas?

JAWAB: Kita berprasangka baik (husnuzhan) saja. Para penceramah tentunya melaksanakan dakwah Islam secara ikhlas karena Allah, demi syiar Islam.

Jika memang ada yang mau ceramah jika dibayar tinggi, artinya ia punya motivasi lain. Biarlah itu urusan yang bersangkutan dengan Allah SWT.

Demikian pula jika ada da’i yang mencari popularitas, itu urusannya dengan Allah SWT. Yang jelas, dakwah adalah kewajiban semua Muslim, terutama Muslim yang dianugerahi pemahaman ilmu agama oleh Allah SWT.

Hamdun bin Ahmad pernah ditanya: Mengapa ucapan-ucapan para salaf (generasi ulama terdahulu) lebih bermanfaat daripada ucapan-ucapan kita? Beliau menjawab: Karena mereka berbicara untuk kemuliaan Islam, keselamatan jiwa, dan mencari ridha Ar-Rahman (Allah SWT), sementara kita berbicara untuk kemuliaan diri, mengejar dunia, dan mencari ridha  manusia!

Ulama generasi salaf berdakwah, memberi nasihat, atau ceramah agama dengan ikhlas, tanpa bayaran, tanpa memasang tarif. Dampaknya, nasihat mereka efektif, berdampak, dan diingat hingga generasi Islam masa kini.

Dengan demikian , jila ada ulama, da’i, penceramah, dan umumnya umat Islam masa kini, yang memberi nasihat agama (ceramah) secara tidak ikhlas, ada niat demi kemuliaan diri, mengejar dunia, dan mencari ridha manusia, atau “karena dibayar”, tidak berdampak dan takkan mampu mengubah akhlak masyarakat.

Al-Imam Ibnu Rajab menjelaskan, orang yang menampakkan ucapan dan perbuatannya kepada manusia perbuatan yang baik, tetapi ia mempunyai maksud mencapai tujuan yang buruk, lalu dipuji oleh manusia disebabkan perbuatan baik yang ia tampakkan padahal mempunyai tujuan yang buruk, lalu dia gembira dengan pujian manusia, maka orang tersebut diancam oleh Allah Ta’ala dengan adzab yang sangat pedih.

“Janganlah kamu sekali-kali menyangka bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan, janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih.” [QS. Ali Imran:188]. Wallahu a’lam bish-shawabi.*